Sunday, April 22, 2012

rasa


Rasa….ternyata ini adalah hal yang esensial dalam hidup manusia. Rasa memberikan perbedaan yang sangat berarti. Sehabis menyantap kwetiauw goreng sosis baso yang lumayan banyak, ternyata gue ga merasa kenyang. Kenapa yah? Apa gue kurang fokus makannya? Ternyata...justru saking konsentrasinya gue makan, tu kwetiauw rasanya dikiiiiiiit banget atau boleh dibilang ga berasa (paling kesel kalo udah ngeluarin duit buat beli makanan trus ga berasa/kepedesan)

Jadi, yang namanya rasa itu penting banget dalam hubungan makanan dengan lidah. Mangkanya kenapa kalo orang lagi flu, biasanya ga napsu makan yaaa apa boleh buat, syaraf hidung dan sekitarnya lagi mati rasa hehe, disajikan makanan super enak (dilihat dari tampilan dan bahannya) pun bakal dibilang ga enak (soalnya ga berasa)

Nah, jadi yang namanya 'rasa' itu penting banget kan. Si 'rasa ini ga cuma hadir dalam hubungan makanan dengan mulut, dia juga hadir dalam hubungan antar manusia, juga dalam hubungan kerja.

 Kalo 'rasa' dalam hubungan makanan dengan lidah itu biasa disebut dengan 'taste' yang menurut Wikipedia Indonesia,
Cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa (taste) makanan tersebut.[1] Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan, baurasatekstur, dan suhu.[1] Cita rasa merupakan bentuk kerja sama dari kelima macam inderamanusia, yakni perasapenciumanperabaanpenglihatan, dan pendengaran.[1] Rasa sendiri merupakan hasil kerja pengecap rasa (taste buds) yang terletak di lidahpipikerongkonganatap mulut, yang merupakan bagian dari cita rasa.[1]


Dalam hubungan kerja juga diperlukan rasa…. Rasa memiliki perusahaan misalnya, rasa bertanggung jawab pada perkerjaan. Dalam suatu perusahaan yang karyawannya ga punya 'rasa' (apapun itu, rasa memiliki, bertanggung jawab, dll) akan "mati", karyawannya adalah karyawan 8 to 5 (datang jam 8 pulang TENG jam 5), sekedar datang menyelesaikan perkerjaannya, pulang, lalu kembali lagi besok dengan rutinitas yang sama. Gue rasa….. (tuh kayanya "rasa" itu ada di setiap aspek kehidupan deeh--selama manusia masih punya perasaan ;b) Karena rasa akan membuat perbedaan, bagaimana seorang karyawan bersikap, bahkan bagaimana dia akan mengerjakan tugasnya (sepenuhh hati atau asal jadi)

Jadi bisa dilihat bahwa rasa itu adalah salah satu faktor penentu yang penting. Apalagi hubungan antar manusia, apa jadinya kalo tanpa rasa. Manusia tanpa rasa simpati, rasa sayang, rasa senang, rasa kagum...yaah semoga saja manusia2 di dunia dijauhkan dari rasa benci, rasa iri, dan rasa2 lainnya yang negatif hehe….

So...kalau hubungan itu (entah pertemanan, persaudaraan, perpacaran,dll) sudah mulai hambar (tanpa rasa)….STOP!

--bukan2, maksudnya bukan saya suruh sudahi ^^, tapi supaya jangan menyerah dulu. Ingat dan sadarilah bahwa negeri kita Indonesia itu kaya akan rempah2 (Loh?! Apa hubungannya?!!) artinyaa… kalo dianalogikan dengan makanan, udah ga ada rasa ya tambahin bumbu lagi, goreng lagi, aduk lagi, begitu juga kalo kebanyakan bumbu (kalo makanan berkuah ya tambah lagi airnya, kalo nasi goreng ya tambah lagi nasinya ) there's always a way for a seeker :) tapi jangan ditambahin bumbu gosip loh yaa ^^,

…….mmm kalo udah ga ketolong gimana?? --- ya pindah, cari tempat makan baru yang jelas rasanya :)

No comments:

Post a Comment