Rasa….ternyata ini
adalah hal yang esensial dalam hidup manusia. Rasa memberikan perbedaan yang
sangat berarti. Sehabis menyantap kwetiauw goreng sosis baso yang lumayan
banyak, ternyata gue ga merasa kenyang. Kenapa yah? Apa gue kurang fokus
makannya? Ternyata...justru saking konsentrasinya gue makan, tu kwetiauw
rasanya dikiiiiiiit banget atau boleh dibilang ga berasa (paling kesel kalo
udah ngeluarin duit buat beli makanan trus ga berasa/kepedesan)
Jadi, yang namanya
rasa itu penting banget dalam hubungan makanan dengan lidah. Mangkanya kenapa
kalo orang lagi flu, biasanya ga napsu makan yaaa apa boleh buat, syaraf hidung
dan sekitarnya lagi mati rasa hehe, disajikan makanan super enak (dilihat dari
tampilan dan bahannya) pun bakal dibilang ga enak (soalnya ga berasa)
Nah, jadi yang
namanya 'rasa' itu penting banget kan. Si 'rasa ini ga cuma hadir dalam
hubungan makanan dengan mulut, dia juga hadir dalam hubungan antar manusia,
juga dalam hubungan kerja.
Kalo 'rasa' dalam hubungan makanan dengan
lidah itu biasa disebut dengan 'taste' yang menurut Wikipedia Indonesia,
Cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang
harus dibedakan dari rasa (taste) makanan
tersebut.[1] Cita rasa merupakan atribut makanan yang
meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur, dan suhu.[1] Cita rasa merupakan bentuk kerja sama dari
kelima macam inderamanusia, yakni perasa, penciuman, perabaan, penglihatan,
dan pendengaran.[1] Rasa sendiri merupakan hasil kerja pengecap rasa
(taste
buds) yang terletak di lidah, pipi, kerongkongan, atap mulut, yang merupakan bagian dari cita rasa.[1]
Pasted
from <http://id.wikipedia.org/wiki/Cita_rasa>
Dalam hubungan kerja
juga diperlukan rasa…. Rasa memiliki perusahaan misalnya, rasa bertanggung
jawab pada perkerjaan. Dalam suatu perusahaan yang karyawannya ga punya 'rasa'
(apapun itu, rasa memiliki, bertanggung jawab, dll) akan "mati", karyawannya
adalah karyawan 8 to 5 (datang jam 8 pulang TENG jam 5), sekedar datang
menyelesaikan perkerjaannya, pulang, lalu kembali lagi besok dengan rutinitas
yang sama. Gue rasa….. (tuh kayanya "rasa" itu ada di setiap aspek
kehidupan deeh--selama manusia masih punya perasaan ;b) Karena rasa akan
membuat perbedaan, bagaimana seorang karyawan bersikap, bahkan bagaimana dia
akan mengerjakan tugasnya (sepenuhh hati atau asal jadi)
Jadi bisa dilihat
bahwa rasa itu adalah salah satu faktor penentu yang penting. Apalagi hubungan
antar manusia, apa jadinya kalo tanpa rasa. Manusia tanpa rasa simpati, rasa
sayang, rasa senang, rasa kagum...yaah semoga saja manusia2 di dunia dijauhkan
dari rasa benci, rasa iri, dan rasa2 lainnya yang negatif hehe….
So...kalau hubungan
itu (entah pertemanan, persaudaraan, perpacaran,dll) sudah mulai hambar (tanpa
rasa)….STOP!
--bukan2, maksudnya
bukan saya suruh sudahi ^^, tapi supaya jangan menyerah dulu. Ingat dan
sadarilah bahwa negeri kita Indonesia itu kaya akan rempah2 (Loh?! Apa
hubungannya?!!) artinyaa… kalo dianalogikan dengan makanan, udah ga ada rasa ya
tambahin bumbu lagi, goreng lagi, aduk lagi, begitu juga kalo kebanyakan bumbu
(kalo makanan berkuah ya tambah lagi airnya, kalo nasi goreng ya tambah lagi
nasinya ) there's always a way for a seeker
:) tapi jangan ditambahin bumbu gosip loh yaa ^^,
…….mmm kalo udah ga
ketolong gimana?? --- ya pindah, cari tempat makan baru yang jelas rasanya :)






